Iquerepair – Musim 2024/2025 di Serie A baru saja berjalan beberapa waktu, tapi telah ada banyak pelatih Serie A yang kehilangan kerjanya karena hasil yang kurang memberikan kepuasan. Persaingan kelas paling tinggi sepak bola Italia memang dikenali sebagai liga yang kejam pada beberapa pelatih. Penekanan besar dari management club dan harapan tinggi dari beberapa fans kerap kali membuat club memutuskan cepat untuk menukar juru strategi mereka. Berikut lis pelatih Serie A yang sudah dikeluarkan selama musim ini.
1. Pelatih Serie A Eusebio Di Francesco (Frosinone)

Frosinone yang baru promo ke Serie A musim ini pelatih Pelatih Serie A mengharap dapat bertahan di dalam kelas paling tinggi sepak bola Italia. Tetapi, perform jelek pada awal musim membuat management club kehilangan kesabaran pada Eusebio Di Francesco. Rangkaian kekalahan mpocash membuat Frosinone terjerat di zone kemunduran, dan pada akhirnya, keputusan pemberhentian juga diambil.
2. Paulo Sousa (Salernitana)
Salernitana mengawali musim dengan keinginan besar sesudah sukses bertahan di dalam Serie A musim kemarin. Tetapi, di bawah bimbingan Paulo Sousa, team ini kesusahan mencetak kemenangan. Dengan baris pertahanan yang ringkih dan gempuran yang kurang efektif, Salernitana seringkali kehilangan point di beberapa pertandingan signifikan. Hasil jelek ini membuat Sousa harus angkat kaki bisa lebih cepat dari yang diprediksi.
3. Raffaele Palladino (Monza)
Monza adalah satu diantara club yang cukup berambisi di Serie A sesudah promo dua musim kemarin. Dengan tim yang cukup bersaing, mereka menarget posisi di papan tengah atau persaingan Eropa. Sayang, hasil yang tidak konsisten membuat management Monza kehilangan keyakinan pada Raffaele Palladino, hingga mereka memilih untuk menukar pelatih buat selamatkan musim mereka.
4. Alberto Gilardino (Genoa)

Sesudah sukses bawa Genoa kembali lagi ke Serie A, Alberto Gilardino diharap sanggup menjaga team ini di persaingan paling tinggi. Tetapi, hasil yang negatif yang terus-terusan tiba membuat tempatnya terancam. Sesudah rangkaian laga tidak ada kemenangan dan performa yang tidak memberikan keyakinan, faksi club pada akhirnya memutuskan untuk cari pelatih Serie A baru untuk menghindar dari teror kemunduran.
5. Andrea Sottil (Udinese)
Udinese dikenali sebagai team yang kerap menukar pelatih Serie A bila perform mereka tidak sesuai dengan keinginan. Andrea Sottil menjadi korban musim ini sesudah teamnya tidak berhasil raih hasil yang diharap. Ketakmampuan untuk berkompetisi dengan team-team lain di papan tengah membuat management club ambil langkah mencolok dengan menggantinya.
6. Claudio Ranieri (Cagliari)
Ranieri kembali lagi ke Cagliari dengan keinginan dapat memberi kestabilan untuk club yang barusan promo. Tetapi, hasil jelek sejak awal kali musim membuat penekanan makin bertambah besar padanya. Dengan posisi club yang makin dekati zone kemunduran, Cagliari pada akhirnya memilih untuk pisah dengan pelatih Serie A eksper ini.
7. Thiago Motta (Bologna)

Thiago Motta sebelumnya sempat bawa Bologna tampil cemerlang pada musim awalnya, tapi musim ini tidak jalan sama sesuai keinginan. Club tidak berhasil memperlihatkan perform yang konsisten, dan sejumlah kekalahan mutlak membuat dewan direksi memilih untuk menggantinya dengan keinginan bisa bawa peralihan dalam perform team.
Faktor Pemicu Pemberhentian Pelatih
Ada banyak aspek terpenting yang mengakibatkan pelatih-pelatih ini kehilangan kerjanya:
- Hasil Jelek – Tidak ada yang lebih bernilai dalam sepak bola selainnya hasil. Club yang tetap alami kekalahan atau susah memenangi laga pasti pertimbangkan penggantian pelatih Serie A.
- Penekanan dari Penggemar dan Management – Fans mempunyai harapan tinggi, dan mereka kerap kali menekan management agar selekasnya melakukan tindakan bila team tampil jelek.
- Minimnya Penyesuaian dengan Tim – Sejumlah pelatih tidak berhasil temukan strategi yang sesuai dengan pemain yang mereka punyai, hingga perform team tidak optimal.
- Harapan yang Terlampau Tinggi – Club dengan tekad besar tidak enggan-segan menukar pelatih Serie A bila mereka merasakan ada calon yang lain lebih sesuai untuk bawa mereka ke tingkat semakin tinggi.
Ringkasan
Serie A memang dikenali sebagai liga yang kerap lakukan penggantian pelatih Serie A dalam satu musim. Selama ini, klub-klub telah ambil langkah mencolok dengan mengeluarkan pelatih mereka untuk selamatkan musim. Tetapi, cuma waktu yang hendak menunjukkan apa keputusan ini bawa hasil yang positif atau malah jadi memperburuk keadaan. Dengan persaingan yang panjang, kemungkinan ada semakin banyak pelatih yang kehilangan kerjanya saat sebelum musim 2024/2025 usai.
